Jeritan hati sang petani Oleh : Muhammad Ari Siswanto Jangan kau kedipkan matamu seakan memberi isyarat jangan ancam kami ketika kami menolak Jangan kau bodohi kami dengan kekuasaanmu Sekali lagi jangan Jangan pula kau membanggakan akan hasil jerih kami Dihadapan mereka Tolong.…hentikan semua ini Karena kami tak tahu apa yang kau bicarakan dihadapan mereka Tidakkah kau melihat kami tuan, Duduk termenung tanpa lirik Kehilangan cara tanpa arah Kebingungan dalam menatap Kami Harus bagaimana…? Untuk menuliskan keluh padamupun kami bingung Melihat kau berpakaian rapih Seakan membuatku memilih untuk diam Kami bingung di relung kegelisahan tuan, Jangan jadikan kami sebagai tulisan proyekmu ! Jangan bodohi kami karena kami tak mengerti Jangan…..kami mohon jangan. Kami hanyalah petani biasa yang tak mengerti pendidikan Mengutuk waktu untuk menjalani hidup Hingga langit sore nampak terlihat Lewat perkebunan kecil ka...
_Sajak kekasih_ Seandainya direnggut dariku daya penglihatan dari mata, Masih ku dengar bisikan cinta dan nyanyian keindahan Apabila disumbat daya pendengaran dari telingaku Masih ku rasakan belaian angin yang di peluk mesra oleh keikhlasan dan keindahan cintamu Dan jika ku ditempatkan diruang hampa udara , aku akan selalu damai dalam keheningan Bersama jiwaku yang tak pernah meninggalkan Djancuk !