Jeritan hati sang petani
Oleh : Muhammad Ari Siswanto
Jangan kau kedipkan matamu seakan memberi
isyarat
jangan ancam kami ketika kami menolak
Jangan kau bodohi kami dengan kekuasaanmu
Sekali lagi jangan
Jangan pula kau membanggakan akan hasil jerih
kami Dihadapan mereka
Tolong.…hentikan semua ini
Karena kami tak tahu apa yang kau bicarakan
dihadapan mereka
Tidakkah kau melihat kami tuan,
Duduk termenung tanpa lirik
Kehilangan cara tanpa arah
Kebingungan dalam menatap
Kami Harus bagaimana…?
Untuk menuliskan keluh padamupun kami bingung
Melihat kau berpakaian rapih
Seakan membuatku memilih untuk diam
Kami bingung di relung kegelisahan tuan,
Jangan jadikan kami sebagai tulisan proyekmu !
Jangan bodohi kami karena kami tak mengerti
Jangan…..kami mohon jangan.
Kami hanyalah petani biasa yang tak mengerti
pendidikan
Mengutuk waktu untuk menjalani hidup
Hingga langit sore nampak terlihat
Lewat perkebunan kecil kami
Di seberang jalan sana,
Pekalongan , 20 juli 2018

Komentar
Posting Komentar